Set as default Homepage|Bookmark
 
 
» » » Peringatan Nabi saww Terhadap Peristiwa Pembunuhan Imam Husain as di Karbala
Advertise

Peringatan Nabi saww Terhadap Peristiwa Pembunuhan Imam Husain as di Karbala

Peringatan Nabi saww Terhadap Peristiwa Pembunuhan Imam Husain as di Karbala



 
Sinar Agama:
Quote:
Bismillah: Peringatan Nabis aww terhadap peristiwa pembunuhan imam Husain as di Karbala, seri jawaban Jawaban terhadap pertanyaan Pak mazomzoer Abu Fatih Assawity:

Pakmazomzoer Abu Fatih Assawity :
Kenapa tidak meninggalnya Sahabat Ali ra yang di peringati atau ROSULULLAH skalian??
Emang ada ya tuntunanya memperingati kematian???
Tapi kalo mengingat mati boleh gak???

Sinar Agama:
Quote:
P A F A: Lagi-lagi kamu mencari sesuatu di pekaranganmu lagi. Sudah tentu tidak akan pernah ketemu. Cari di tempat yang mesti dicari, nanti kamu akan dapatkan bahwa semua imam maksum as itu diperingati kesyahidannya, karena 11 imam as telah dibunuh oleh musuh2 Islam, seperti khawarij dan para raja2 Bani Umayyah dan Bani Abbas.

Peringatan 'Asyura ini memang beda karena kekejamannya meraja lela, di pentas umum tanpa sembunyi2 dan mengarak kepala2 para syahid dari keluarga Nabi saww yang sebanyak 24 kepala, sejak dari Karbala-Iraq sampai ke Suriah. Nabi saww sendiri telah memperingatinya dan tangisann beliau saww jauh2 sebelum peristiwa Karbala itu terjadi dan bahkan sejak imam Husain as masih merah.

Diriwayatkan dalam kitab Mustadrak karya Hakim, 3/176, sesuai dengan sanad2nya, dari Syadaad bin Abdullah dan Ummu al-Fadhl bintu al-Haarits, bahwasannya suatu hari ia menjumpai Rasulullah saww dan berkata:

"Ya Rasulullah, Saya bermimpi buruk Sekali semalam."

Rasul saww bertanya: "Mimpi apa itu?"

Ummu al-Fadhl menjawab: "Sangat buruk."

Rasul saww bertanya: "Mimpi apakah itu?"

Ummu al-Fadhl menjawab: "Aku bermimpi melihat potongan dari badanmu yang dipotong dan diletakkan di pangkuanku."

Rasul saww bersabda: "Kamu melihat kebaikan. InsyaAllah Faathimah akan melahirkan anak yang akan diletakkan di pangkuanmu."

Kemudian (kata Ummu al-Fadh) Faathimah as melahirkan Husain as dan diletakkan di pangkuanku Sebagaimana yang dikatakan Rasulullah saww.Suatu hari, aku menjumpai Rasulullah saww dan meletakkan Husain as di pangkuan beliau saww sambil kuperhatikan dengan seksama. Ternyata Rasulullah saww menangis. Akupun bertanya:

"Ya Nabiyyullaah, demi ayah dan ibuku, ada apa dengamu???"

Nabi saww bersabda: "Sesungguhnya telah datang kepadaku malaikat Jibril as seraya mengabarkan bahwa umatku akan membunuh anakku ini."

Ummu al-Fadhl bertanya: "Anak ini???"

Nabi saww menjawab: "Benar. Dan ia -Jibril as- telah memberiku tanah merah dari tanahnya (tempat peristiwanya, Karbala).


Al-Hakim (penulis kitab al-Mstadrak ini): Hadits ini shahih sesuai dengan persyaratan Syaikhain (BUkhari-Muslim).

Riwayat di atas itu dan yang semacamnya, juga bisa dijumpai di berbagai tempat dan kitab, seperti: al-Mustadrak tadi, 3/179, 4/398; Dzakhaairu al-'Uqbaa karya Thabari, 147, 148; Kanzu al-'Ummaal, 7/106, 6/222, 6/223 (di hal ini ada 6 hadits)....; Musnad Ahmad bin Hanbal, 3/242, 3/265, 6/294; dll...).

Riwayat-ayat tentang tangisan Rasulullah saww ini, di sunni banyak skelai. Dionaratanya tangisan Nabi saww yang sekaligus menitipkan tanah Karbala yang diberi Jibril as tersebut kepada Ummu Salamah ra dan mengatakan bahwa kalau sudah menjadi darah, berarti peristiwa terbunuhnya imam Husain as itu telah terjadi. Bisa dilihat di kitab-kitab seperti: Tahdziibu al-Tahdziib, Ibnu Hajar, 2/347; Majma' karya Thabrani, 9/189; Dzakhaairu al-'Uqbaa, 147; dll...).

Mimpi Ummu Salamah ra ketika peristiwa terbunuhnya imam Husain as itu terjadi:

Diriwayatkan dengan sanad2nya dari Salmaa yang berkata: "Aku mendatangi Ummu Salamh dan ia dalam keadaan menangis, lalu aku bertanya: 'Apa yang membuatmu menangsi?'."

Ia menjawab: "Aku bermimpi Rasulullah yang kepala dan jenggotnya berdebu. Lalu aku bertanya: 'Ada apa denganmu ya Rasulullah?'. Beliaupun menjawab: 'Aku baru saja menyaksikan pembunuhan Husain.'."
(riwayat ini banyak Sekali di sunni seperti di: Shahih Turmudzi, 2/306; Mustadraku al-Haakim, 4/19; Tahdziibu al-Tahdziib, 2/356; Dzakhaairu al-'Uqbaa, 148; dll....).

Mimpi yang sama juga terjadi pada Ibnu Abbas, bisa dilihat di: Mustadraku al-Haakim, 4/397; Musnad Ahmad bin Hanbal, 1/242; Taariikh Baghdaad, 1/142; Usdu al-Ghaabah, 2/22; al-Istii'aab, 1/144; Ishaabah karya Ibnu Hajar, 2/17; Majma' karya Haitsami, 9/195; dll....).

Salam padamu ya Husain as, aku berlepas diri dari semua musuh2mu di jamanmu dan di jamanku ini, masukkanlah aku dan semua penyintamu ke dalam syi'ahmu yang hakiki yang mendapat keridhaan dan syafaatmu di dunia ini dan di akhirat kelak.

Ya Allah, jadikan imam Husain as, bagian tubuh Nabi saww, Sebagai imam dan pensyafaat kami di dunia ini dan di akhirat kelak, dan jadikan kami para penyintanya, Sebagai syi'ahnya yang hakiki dan taat padaMu, amin.


Midy Noval :
Siapa yang tidak terpukul dan tidak sakit hati atas kesyahitanya sayyidina husain????, tapi apakah boleh di islam menyiksa diri seperti memukul kepala sendiri sampai berdarah?? Gak boleh melaknat shabat nabi. Laknatlah yazid? jangan sayiidina muawwiyah yang di laknat gak boleh itu.

Sinar Agama:
Quote:
Midy:
1- Tangisan dan memukul-mukul badan seperti dada, kepala dan wajah, merupakan budaya manusia sesuai fitrahnya yang ada sejak dulu kala sebelum buyut para wahabi lahir sekalipun. Budaya ini juga ditaqrir/disetujui oleh Nabi saww dan dilakukan oleh semua orang-orang di jaman Nabi saww termasuk istri2 beliau saww sendiri.

Ana pernah menulis Catatan kecil tentang hal ini. Kunukilkan disini:

Catatan Kecil Tentang Menangis, Menjerit, Memukuli Diri di Hari Duka di Jaman Nabi saww

Catatan ini dibuat karena banyaknya orang tidak menyadari akan adanya budaya insaniah yang juga ada di jaman Nabi saww dan dibolehkan oleh Nabi saww dan tidak dilarangnya. Yaitu kesedihan ketika keluarga meninggal atau syahid yang disertai dengan tangisan, peringatan tangis, memukuli dada dan kepala. Betikut ini contoh-contoh kecil yang terjadi di jaman Nabi saww dan ditaqrir/dibolehkan:

(1). Diriwayatkan di kitab Dzkhaairu al-‘Uqbaa, karya Thabari, hal. 183; Musnad Ahmad bin Hanbal, hadits ke: 14 34; dll-nya:

Dari ‘Urwah bin Zubair dari ayahnya, berkata: Ketika terjadi peristiwa perang Uhud (kekalahan muslimin dan larinya umar dan beberapa shahabat lainnya dari perang sampai ke Madinah hingga para wanita mencela mereka) terlihat ada wanita yang datang berlari –ke tempat perang- hingga hampir mencapai tempat medan perang tempat para jenazah syahid. Lalu Nabi saww nampak tidak suka para wanita itu datang ke tempat tersebut untuk melihat para korban perang (karena ada yang ditelanjangi dan dirajang-rajang seperti sayyiduna Hamzah ra). Karena itu beliau saww bersabda: "Ada wanita, ada wanita.” Berkata Zubair: "Aku mengira bahwa ia adalah ibuku, Shafiyyah. Karena itu aku lari mengejarnya dan aku berhasil menyusulnya sebelum mencapai tempat para jenazah syuhada. Akhirnya ia me-ladam (memukul-mukul dadanya) dalam dekapanku Sementara ia adalah wanita yang sangat kuat. Ia berkata: "Semoga ibumu tidak mengkuaimu –celaan karena mencegahnya.” Akupun berkata: "Bukan begitu, tapi Rasulullah yang tidak ingin kamu ke sana.” Kemudian iapun berhenti.

Ladam, atau perempuan melakukan ladam atau ladamat, adalah memukul-mukul dadanya. Lihat semua kamus bahasa Arab seperti: Lisaanu al-‘Arab (bahkan di kitab ini telah meriwayatkan hadits di atas juga); al-Mu’jamu al-Wasiith; ...dllmya.

(2). Dalam kitab Siiratu al-Nabawiyyati, karya Ibnu Hisyaam, jld. 6, hal. 75:

‘Aisyah berkata: "....... telah meninggal Rasulullah saww ketika ia ada di kamarku/pangkuanku. Lalu kuletakkan kepalanya di atas bantal. Dan kemudian aku mengadakan ladam (memukul-mukul dada) bersama para wanita dan juga aku memukuli wajahku.


” ......”قبض وهو في حجري ثم وضعت رأسه على وسادة وقمت ألتدم مع النساء وأضرب وجهي”

(3). Rasulullah saww ketika melihat sayyiduna Hamzah ra syahid beliau saww menangis dan ketika melihat tubuhnya –yang dicincang- beliau saww menjerit (syahiqa). Bentuk haditsnya bermacam-macam diantaranya:

عن جابر أن النبي صلى الله عليه وسلم لما رأى حمزة بكى فلما رأى ما مثل به شهق.

Dari Jabir berkata: "Ketika Nabi saww melihat Hamzah –yang syahid- beliau saww menangis, dan ketika melihat tubuhnya –yang dicincang- beliau menjerit.”

Lihat: al-Mu’jamu al-Kabiir, karya Thabrani, hadits ke: 2932; Kanzu al-‘Ummaal, hadits ke: 36938 dan 36939; al-Mustadrak, karya Hakim, hadits ke: 2510, 4881, 4888; ....dll kitab.

Midy Noval:
Ngarang kamu sinar agama. Jika kita di timpa musibah boleh menangis tapi memukul dada serta memukul kepala ampek berdarah, Saya rasa yang bilang itu boleh bodooooh begitu sinar agama bodoh

Ahalaq paling mulya mencintai alhlul bait dan sahabat nabi. Sahabat nabilah yang paling mencintai ahlul bait, mengapa anda memakinya dan melaknatnya???? jangan gampang termakan hadist palsu

Sinar Agama :
Quote:
2- Tentang Mu'awiyyah, wah wah wah.....antum ini seperti tidak membaca sejarah dan kesaksian para ulama sunni sekalipun. Ini kunukilkan sebagian kecil kesaksian para ulama-lama sunni sendiri:

2-a- Dipanggil Nabi saww sampai dua kali tetapi tidak mau datang karena lagi makan, sampai-sampai Nabi saww berdoa: "Semoga Allah tidak pernah mengenyangkan perutnya." Riwayat ini bisa dilihat shahih Muslim hadits ke: 4713 dan 6793:

6793 - حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى الْعَنَزِىُّ ح وَحَدَّثَنَا ابْنُ بَشَّارٍ - وَاللَّفْظُ لاِبْنِ الْمُثَنَّى - قَالاَ حَدَّثَنَا أُمَيَّةُ بْنُ خَالِدٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ أَبِى حَمْزَةَ الْقَصَّابِ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ كُنْتُ أَلْعَبُ مَعَ الصِّبْيَانِ فَجَاءَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَتَوَارَيْتُ خَلْفَ بَابٍ - قَالَ - فَجَاءَ فَحَطَأَنِى حَطْأَةً وَقَالَ « اذْهَبْ وَادْعُ لِى مُعَاوِيَةَ ». قَالَ فَجِئْتُ فَقُلْتُ هُوَ يَأْكُلُ - قَالَ - ثُمَّ قَالَ لِىَ « اذْهَبْ وَادْعُ لِى مُعَاوِيَةَ ». قَالَ فَجِئْتُ فَقُلْتُ هُوَ يَأْكُلُ فَقَالَ « لاَ أَشْبَعَ اللَّهُ بَطْنَهُ »
2-b- Nabi pernah mendoakannya masuk neraka. Yaitu ketika Nabi saww bersama shahabat2 beliau saww lalu mendengar orang bernyanyi. Ketika beliau saww tahu bahwa yang bernyanyi itu adalah Mu'awiyyah dan 'Umar bin 'Aash, beliau saww berdoa:

"Semoga Allah telungkuplah keduanya dalam fitnah dan tenggelamkan keduanya dalam neraka"

الذهبي ذكر حديثاً ، عن أبي برزة ، قال : كنَّا مع النبي ( صلّى الله عليه [ وآله ] وسلّم ) ، فسمع صوت غناء ، فإذا عمرو ومُعاوية يتغنَّيان ؛ فقال : ( أركسهما في الفِتنة رَكساً ودعَّهما إلى النار دَعَّا )

Hadits-hadits seperti di atas ini, banyak Sekali, seperti: Dzahabi dalam kitabnya, Miizaanu al-I'tidaal, 3/311; Thabrani dalam Majma'u al-Zawaahid, 8/121; dll...

2-c- Mu'awiyyah adalah golongan yang keterlaluan kesesatannya (baaghiyah). Nabi saww pernah mengatakan bahwa 'Ammar bin Yaasir ra akan dibunuh oleh kelompok yang keterlaluan dalam kesesatan. Sementara 'Ammar bin Yaasir ra syahid di dalam pasukan imam Ali as ketika diperangai Mu'awiyyah.

Nabi saww bersabda kepada 'Ammaar:
تقتلك الفئة الباغية

"Engkau akan dibunuh oleh kelompok yang sangat keterlaluan (dalam kesesatan)."

Hadits-hadits seperti ini banyak Sekali di sunni, seperti: Shahi Bukhari, hadirs ke: 447 dan 2812; Shahih Muslim, hadits ke: 5193, 5194, 7506 dan 7508; Hakim dalam Mustadraknya, 3/385; Thabaqaathu al-Kubraa, 1/188, 3/185; Usdu al-Ghaabah, 4/47; Majma'u al-Zawaahid, 7/241; Nuuru al-Abshaar, 89; Kanzu al-'Ummaar, 7/73; ...dll

2-d- Nabi saww pernah bersabda kepada Umar:

"Ya umar, apakah kamu ingin kutunjukkan ayat/tanda surga yang juga makan dan minum serta berjalan di pasar?"

Berkata Umar: "Iya, demi ayah dan ibuku."

Bersabda Nabi saww: "Orang ini dan pengikutnya (sambil menunjuk ke Ali bin Abi Thaalib)."

Nabi saww bersabda lagi: "Apakah kamu ingin kutunjukkan ayat/tanda neraka yang juga makan dan minum serta berjalan di pasar?"

Berkata Umar: "Iya, demi ayah dan ibuku."

Bersabda Nabi saww: "Orang ini dan pengikutnya (sambil menunjuk ke Mu'awiyyah)."
(Kanzu al-'Ummaal, 7/63)
عن عمرو بن الحمق الخزاعي ، قال : بعث رسول الله ( صلّى الله عليه [ وآله ] وسلّم ) سريَّة ـ إلى أنْ قال ـ ثمَّ هاجرتُ إلى رسول الله ( صلّى الله عليه [ وآله ] وسلّم ) فبينا أنا عنده ذات يوم ، فقال لي : ( يا عمر ، وهل لك أنْ أُريك آية الجَنَّة ، تأكُل الطعام وتشرب الشراب ، وتمشي في الأسواق ! ) . قلت : بلى بأبي أنت ! قال : ( هذا وقومه ) ، وأشار بيده إلى عليِّ بن أبي طالب [ عليه السلام ] . وقال لي : ( يا عمرو ، هل لك أنْ أُريك آية النار ، تأكل الطعام ، وتشرب الشراب ، وتَمشي في الأسواق ! ) . قلت : بلى بأبي أنت . قال : ( هذا وقومه آية النار ) ، وأشار إلى مُعاوية

2-e- Nabi saww bersabda:
إذا رأيتم مُعاوية على منبري فاقتلوه

"Kalau kalian melihat Mu'awiyyah duduk di atas mimbarku (kepemimpinan Islam), maka bunuhlah dia." (Miizaanu al-I'tidaal, 2/17 dan 2/129; Tahdziibu al-Tahdziib, 5/110, 7/324, 8/74; Kunuuzu al-Haqaaiq, 9; dll)

2-f- Nabi saww pernah bersabda:
إنَّ أهل بيتي سيلقون مِن بعدي مِن أُمَّتي قتلاً وتشريداً ، وإِنَّ أشدَّ قومنا لنا بُغضاً بنو أُميَّة ، وبنو المُغيرة ، وبنو مَخزوم

"SEsungguhnya Ahlulbaitku Setelah aku, akan menjumpai pengusiran dan pembunuhan. Dan sesungguhnya paling kerasnya kebencian umat kami terhadap kami adalah Bani Umayyah, Bani Mughiirah dan Bani Makhzuum." (lihat di: Mustdrak Hakim, 4/479, 4/480, 4/487 (keduanya dikatakan Sebagai shahih menurut Bukhari-Muslim); Kanzu al-'Ummaal, 6/39, 6/40; Hilyatu al-Auliyaa', 10/71; ..dll)
[/center]
2-g- Nabi saww bersabda :
ويلٌ لبني أُميَّة

"Neraka bagi Bani Umayyah." (lihat di: Kanzu al-'Ummaal, 6/91).

2-h- Nabi saww pernah bersabda:
إنَّ لكلِّ دين آفة ، وآفة هذا الدين بنو أُميَّة

"Sesungguhnya setiap agama itu ada perusaknya dan perusak agama ini (Islam) adalah Bani Umayyah." (Kanzu al-'Ummaal, 7/142).

2-i- Nabi saww pernah bermimpi nafsu Bani Umayyah terhadap mimbar beliau saww (lambang pemerintahan) seperti nafsunya monyet2. Karena itu beliau saww bersedih karenya.

رأى رسول الله ( صلّى الله عليه [ وآله ] وسلّم ) بني أُميَّة ينزون على منبره نزو القردة ؛ فساءه ذلك


(lihat hadits di atas dan yang serupa di: Tafsir Fakhru al-Roozii, di tafsiran QS: 17: 60; Tafsir Mafaatiihu al-Ghaib, 20/237; Tafsir al-Durru al-Mantsuur, 4/191; Kanzu al-'Ummaal, 7/142; ....)

2-j- Mu'awiyyah minum khamr sekalipun sudah diharamkan Islam:

روى الإمام أحمد بن حنبل بسنده ، عن عبد الله بن بريدة ، قال : دخلت أنا وأبي على مُعاوية ، فأَجلسنا على الفراش ، ثمَّ أُتينا بالطعام فأكلنا ، ثمَّ أتينا بالشراب فشرب مُعاوية ، ثمَّ ناول أبي ؛ فقال : ما شربته مُنذ حرَّمه رسول الله ( صلّى الله عليه [ وآله ] وسلّم )

Lihat di: Musnad Ahmad bin Hanbal, 5/347; al-Ishaabah, 162; al-Istii'aab, 2/836

2-k- Terakhir, lihatlah apa yang dikatakan oleh ulama seperti A'masy ketika melihat Mu'awiyyah datang ke Kufah dan mengatakan:

ما قتلتكم على أن تصلوا وتصوموا فإني أعلم أنكم تفعلون ذلك، بل لأتأمر عليكم

"Aku tidak memerangi kalian untuk shalat dan puasa, karena aku tahu kalian melakukannya. tetapi agar aku bisa memerintah kalian."

A'masy berkata:
هل رأيتم رجلا أقل حياء منه؟ قتل سبعين ألفا فيهم عمار وخزيمة وحجر وعمرو بن الحمق ومحمد بن أبي بكر والأشتر وأويس وابن صوحان وابن التيهان وعائشة وابن حسان

"Apakah pernah melihat orang yang lebih tidak memalukan dari dia -Mu'awiyyah???. Dia telah membunuh 70.000 orang yang di dalamnya ada Ammaar, Khaziimah, Hajar, Umar bin al-Hamaq, Muhammad bin Abu Bakar, al-Asytar, Aus, Ibnu Shauhaan, Ibnu al-Taihaan, 'Aisyah dan Ibnu Hassaan." (al-Shiraatha al-Mustaqiim, 3/47)

Siapa A'masy? Berkata al-Dzbahi:
«كان رأسًا في العلم النافع، والعمل الصالح»

"Dia adalah pemimpin ilmu yang bermamfaat dan penghulu orang-orang shalih."

Kalau di perang Shiffiin saja, sampai memakan waktu belasan hari dan dikatakan dalam sejarah bahwa dari kedua belah pihak sampai memerah karena kerasnya peperangan dan pembunuhan, maka sudah dapat dibayangkan berapa korban yang berjatuhan disana. Semua itu, jelas ditanggung Mu'awiyyah, baik dari tentaranya sendiri, apalagi tentara imam Ali as. Hal itu, karena setidaknya, sunni dan syi'ah sepakat bahwa khalifah yang syah itu adalah imam Ali as dan Mu'awiyyah keluar Sebagai pembangkang dan pemberontak.

2-l- Sayang Sekali A'masy melupakan satu orang yang dibunuh Mu'awiyyah dengan racun, yaitu cucu kesayangan Nabi saww dan Ahlulbait beliau saww yang maksum as, yaitu imam Hasan as. Tidak ada yang tidak tahu dan tidak ada sejarah yang tidak menulis hal ini, bahwa Mu'awiyyah telah meracuni imam Hasan as berkali-kali hingga syahid dimana racunnya itu disalurkan melalui istri imam Hasan as sendiri yang bernama Ja'dah dengan janji ribuan kepengan uang emas dan perkawinan dengan Yazid. tetapi Setelah ia lakukan, Mu'awiyyah hanya memberikan uang dan tidak mengawinkannya dengan Yazid karena takut akan meracuninya juga.

Sejarah2 tentang peracunan Mu'awiyyah terhadap imam Hasan as itu, dapat dijumpai di kitab-kitab seperti: Tariikh Ibnu Katsiir, 8/43; Muruuju al-Dzahab, 2/50; Maqaatiilu al-Thaalibiyyiin, 29; Syarah Nahju al-Balaghah, 4/11; al-Istii'aab, 1/141; al-Tadzkirah Ibnu Jauzii, 121; Tariikh Ibnu 'Asaakir, 4/229; al-'Aqdu al-Fariid, 2/28; Tarikh al-Khamiis, 2/294; Zamakhsyari dalam Rabii'u al-Abrarnya, bab: 18; Thabari dalam Dalaailu al-Imaamahnya, 61; Mustadrak Hakim, 6/5; ...dll-nya).

Kurasa sudah cukup untuk mengetahui siapa Mu'awiyyah itu dari riwayat-ayat dan nukilan2 di atas. Tentu saja, seandainya tidak ada semua itu, maka cukup dengan perobekannya terhadap surat perjanjian damai dengan imam Hasan as yang diantara kesepakatannya adalah mengembalikan kekhalifaan kepada yang barhak, yaitu Ahlulbait as, Setelah ia mati. Bukan hanya merobek perjanjian/kesepatakan damai itu, tetapi juga bahkan menunjuk anaknya Yazid untuk menjadi penerusnya dan berwasiat bahwa kalau imam Husain as tidak mau berbaiat.

Semua yang dinukil di atas itu, adalah kitab-kitab sunni kecuali satu yang bernama Shiraatulmustaqim yang itupun telah meriwayatkan dari ulama yang ditokohkan di sunni, yaitu al-A'masy. Karena, jangan sesekali menisbahkan atau menghubungkan yang tertulis di atas itu, Sebagai kata-kata syi'ah terhadap Mu'awiyyah.

Sekarang terserah kepada antum dan semua pembaca. Terima atau tidak, itu masalah masing-masing. yang perlu diingatkan adalah bahwa semua yang akan menjadi pilihan dan keputusan, akan dimintai tanggung jawab kelak di akhirat.

Keselamatan bagi yang mencari dan menerima hidayah sampai akhir kiamat, amin.

Sinar Agama :
Quote:
Midy: Melukai diri itu dihukumi oleh para ulama dan marja' Sebagai perbuatan haram. Kalau ada segelintir orang melakukannya, maka itu bukan berarti syi'ah membolehkannya. Kamu kalau diskusi seperti orang Masehi yang biasa mengatakan bahwa di tempat-tempat pelacuran dan di penjara2 Indonesia, semuanya atau mayoritasnya adalah muslim. Kalau begitu Islam jelek.

Kan tidak bisa begitu ya akhi.....Lagi pula kalau mau diskusi jangan amburadul, satu-satu dan pertopik. Dan masing-masing kita jangan hanya memperkaya dakwaan dan pengakuan, tetapi harus dengan bukti-buktinya, baik akal, hadits atau ayat.
 
Dear visitor, you are browsing our website as Guest.
We strongly recommend you to register and login to view hidden contents.

Comments:

Add Comments
  • Usergroup: Contributor
  • ICQ:
  • Registration: 23.06.2013
  • Status: Currently Online
  • Comments: 20
  • Articles: 872
^
 
MukElho Jauh  
Laknatallah ala muawiyah wa abaih wa auladih ila yaumil qiyamah
Laknatallah ala muawiyah wa abaih wa auladih ila yaumil qiyamah
Laknatallah ala muawiyah wa abaih wa auladih ila yaumil qiyamah
 
Midy Noval: Innalillahi wa inna ilahi rojiun
 
Tighor Soehady:
Midy Noval....mestinya kamu bersyukur telah diberi jawaban sangat berharga oleh Sinar Agama. Bukan Inna Lillahi... tapi ya terserah kamu, takaran fikirmu nyambung apa tidak. maafkan kami jika tak banyak waktu menemani kamu. Salam
 
Midy Noval: Tolong liat video kiriman Saya yang ada di sinar agama.
 
Tighor Soehady:
sepertinya kamu masih mempermasalahkan ritual menyakiti diri ya? begini Midy Noval... meskipun Saya belum pernah melakukan itu, Saya tetap menghargainya Sebagai bentuk penyesalan atas kesedihan dari kebiadaban Yazid pada Imam Hussein cucu-cucu tersayang Rasululloh. Toh mereka tidak menyakiti orang lain... coba ganti jawab pertanyaanku yang ringan ini: kenapa kamu justru yang sakit hati pada orang yang mengapresiasikan diri Sebagai ungkapan kesedihan atas tragedi Karbala dimana keluarga Rasululloh yang menjadi korban kebiadaban Yazid? kamu membenarkan kebiadaban Yazid apa menyalahkan sayyidina Hussein? untuk menyelamatkan keimananmu, Saya sarankan untuk berhati-hati dalam berpihak akhi...
  
Didin Komarudin:
Allahumma shalli 'alaa Muhammad wa aali Muhamad ....
 
Midy Noval:
Liat kekjaman iaran Saya ngopload video do sinar agama
 
Tighor Soehady:
tunjukkan bahwa kamu sedikit lbh cerdas, Bukan jualan video murahan, jawab dulu paertanyaan ringan Saya itu
 
Midy Noval:
Islam sejati bila di timpa musibah selalu mengucapkan innalillahi wa innalillahi wa inna ilahi rujiun. Bukan menjerit dan Bukan meratapi.
 
Midy Noval:
Jualan vodeo murahan..... antum para syiah suka menjual hadist maudu' aliyas hadist palsu laknatulloh ala syiah laknatulloh ala khumaini.
 
Tighor Soehady:
yang kamu bisa cuma segitu kan? jawab pertanyaan ringan saja ndak mampu terus misuh, betapa dangkal akal dan moralmu... sangat mudah blingsatan kemudian memotong dialog. itu bukti basic minus nutrisi susah nyambung
 
 
Tighor Soehady
Rudita Made Rudita: Perhatikan batu, setiap kali ia disatukan senantiasa bertabrakan dan saling menendang. Berbeda dengan air, ketika ia distukan ia menyatu rapi saling mengisi.
Manusia berbudi rendah sangat serupa , kebanyakan merasa pintar berdebat, berbantahan, dan bahkan berkelahi ketika berkumpul terutama karena kepalanya dibuat membatu oleh kepintaran2nya.
 
Berbeda dengan orang bijaksana, ia selentur air, ketika berkumpul, menyatu, berpelukan seperti air.

wassalam
Information
Would you like to leave your comment? Please Login to your account to leave comments. Don't have an account? You can create a free account now.