Set as default Homepage|Bookmark
 
 
» » » Makna Hadits Semua Amalan Putus Bagi Orang Mati Kecuali Tiga
Advertise

Makna Hadits Semua Amalan Putus Bagi Orang Mati Kecuali Tiga

Makna Hadits Semua Amalan Putus Bagi Orang Mati Kecuali Tiga
Facebook


 
Bocah X Arus :
 
Salam ter-iring doa semoga Ustadz dan keluarga dalam keadaan sehat sehingga dapat menjawab setiap soalan yang dibutuhkan jwbannya oleh teman-teman. aku mau tanya dikit ustadz berkenaan dgn dalil-dalil tentang sampainya pahala amal sholeh yang kita hadiahkan kepada yang telah mininggalkan,

Sang Pencinta:
http://www.facebook.com/g...26181877426615/

Berlangganan catatan-catatan Sinar Agama

assalamualaikum war..wab....kepada teman-teman, sadara(i), bapak-bapak, ibu-ibu,... saudaraku sekalian, dalam beberapa penerbitan Catatan mungkin terdapat kesalahan penulisan atau penempatan kosakata kata...

Sinar Agama:
Salam dan trims pertanyaannya:

Coba baca dulu nukilan Pencinta itu, dan kalau nanti masih ada yang mau ditanyakan lagi, silahkan tanyakan lagi. semoga yang dinukilkan Pencinta ini adalah penjelasan Saya tentang hadits "terputusnya amal orang mati kecuali tiga perkara."


Sinar Agama:
Pencinta, trims bantuannya semoga diterimaNya. semoga antum sudah menukilkan penjelasanku tentang hadits terputusnya amal orang mati kecuali tiga.


Sinar Agama:
Arus: Ringkasnya adalah bahwa maksud Nabi saww bukan mau menjelaskan bahwa apapun pahala tidak bisa sampai pada orang mati dengan hadits tsb. tetapi memaksudkan bahwa kita yang masih hidup ini, wajib berusaha keras memperbanyak amal dan jangan mengandalkan hadiah-hadiah orang. Jadi, yang dimaksud Nabi saww adalah bahwa dari usaha-usaha sendiri itu, hanya bisa dilakukan manakala kita hidup dan dari usaha-usaha itu hanya bisa berlanjut dari amal-amal jariah, ilmu yang diajarkan dan doa anak shalih pada orang tuanya. Karena itu, dari sisi amal kita sendiri itu, kita harus berusaha menabung amal dan juga menekankan untuk belajar dan mengajarkan ilmu, memperbanyak amal jariah dan mendidik anak shalih. Karena dari sisi ikhtiar kita, kurang tiga hal ini yang bisa kita lakukan sendiri. Jadi, jangan mengandalkan hadiah kiriman amal-amal shalih dari yang hidup.

Karena itulah, maka mendoakan orang mati, dimana termasuk amal orang lain untuk yang mati, akan tetap sampai kepada si mati. begitu pula amal-amal kebaikan apapun ketika diringi doa kepada Allah untuk memberikan pahalanya kepada yang mati. Jadi, hadiah-hadiah ini, jelas akan sampai karena Tuhan penerima doa dan, sudah tentu karena tidak adanya larangan untuk itu, bahkan terlebih ada anjurannya di hadits-hadits seperti membuat sumur umum untuk orang tua yang sudah mati dan semacamnya.

Para wahabi yang tidak mengerti hadits karena ia tidak belajar hadits dan ayat, tetapi menyelaraskan keduanya untuk keinginan-keinginannya, maka tidak bisa menerima kenyataan ini. Karena itu mereka mengejek kirim mengirim pahala ini. Akan tetapi, karena mereka memang biasanya tidak cerdas, bertteriak-teriak kepada umat dunia untuk tidak menangisi keluarga yang mati, karena si mati akan tersiksa dimana kalau air mata yang hidup itu jatuh ke badan si mati, maka akan terasa seperti api neraka. Lah ... kan lucu. Kalau kirim pahala tidak bisa, tetapi kalau kirim dosa, menjadi bisa. Karena, anggap saja bahwa menangisi yang meninggal itu tidak boleh dan dosa, akan tetapi bukankah yang berdosa itu adalah yang hidup dan bukan yang mati? Lah ... kok bisa yang berbuat dosa itu yang hidup, tetapi yang juga ikut tersiksa dalam dosanya itu, adalah yang mati??!!!


Khommar Rudin:
Allah humma shalli alla muhammad wa alli muhammad

Ali Baqir Shodiq:

Allahumma Shali ala Muhammad wa ali Muhammad.

Dear visitor, you are browsing our website as Guest.
We strongly recommend you to register and login to view hidden contents.

Comments:

Add Comments
Information
Would you like to leave your comment? Please Login to your account to leave comments. Don't have an account? You can create a free account now.